SINERGI BPS, KEMNAKER DAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN KUATKAN DATA SE 2026 UNTUK DAYA SAING INDUSTRI

Nasional61 Dilihat

Globalberitanasional.com

Cikarang , – Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) menjadi kunci penguatan daya saing industri Nasional. Untuk memastikan data yang dihasilkan tepat guna, BPS menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kementerian Perindustrian dalam kolaborasi strategis.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan SE 2026 akan menjadi basis data pembangunan ekonomi yang komprehensif.

“Melalui SE 2026 kita bisa memetakan struktur usaha, produktivitas, hingga kebutuhan tenaga kerja di tiap sektor. Ini penting agar kebijakan industri dan ketenagakerjaan tidak jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, menegaskan tantangan ketenagakerjaan ke depan harus dijawab dengan data.

“Tantangan strategis kita adalah menyiapkan SDM yang siap dengan otomasi dan industri 4.0. Program prioritas ketenagakerjaan harus berbasis data SE 2026 agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal dan sesuai kebutuhan industri,” kata Prof. Yassierli.

Sementara itu Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya data SE 2026 untuk menyusun kebijakan industri. Data sensus akan dipakai untuk memetakan klaster industri, potensi investasi, rantai pasok, serta kebutuhan peningkatan kompetensi SDM industri.
Sebagai wujud komitmen, BPS, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Perindustrian menandatangani nota kesepahaman. Ruang lingkup kerja sama meliputi integrasi data, penyusunan kebijakan berbasis bukti, dan pelaksanaan program prioritas ketenagakerjaan serta industrialisasi.

Dengan sinergi ini, pemerintah berharap SE 2026 dapat menjadi pondasi dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan produktivitas industri, dan memperkokoh daya saing Indonesia menghadapi persaingan global. (RAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *